Film Thailand memang salah satu film yang akan selalu menarik untuk ditonton. Selain alur cerita yang menarik serta terkadang terdapat suguhan lelucon khas Thailand, film Thailand juga memiliki pesan yang sederhana namun mengena dalam kehidupan sehari-hari kita lho, Sob. Mulai dari dunia pendidikan, cita-cita, karir ataupun percintaan. Kali ini Wefiee akan memberikan rekomendasi kepada Sobat Wee tentang 4 film Thailand yang bisa mengajarkan kepada kita artinya perjuangan. Kamu wajib masukin ke list tontonan kamu ya Sob!

1. Super Hap (2008)

http://asianwiki.com/

Mengisahkan tentang dua orang sahabat yang mempunyai impian menjadi superstar, film ini sangat menarik untuk ditonton. Tom bercita-cita menjadi seorang penari dan artis hip hop terkenal. Tom memiliki wajah yang super ganteng ditambah dengan tubuh ideal rasanya akan mudah baginya menjadi superstar, namun itu tidak didukung dengan suaranya yang cempreng dan serak kayak bebek. Di sisi lain, ada sang sahabat Teung yang memiliki suara yang bagus dan jago menulis lagi bercita-cita menjadi penyanyi hebat, namun ia bertubuh pendek, gendut dan hitam.

Sampai suatu ketika, mereka mabuk berat dan bermain di rumah Teung. Saat Teung tertidur, Tom yang masih setengah mabuk iseng-iseng memencet-mencet laptop milik Teung dan mendengarkan lagu Teung yang berjudul Touch My Heart. Tom pun kemudian mulai merekam dirinya yang menari sambil melakukan lip sync lagu itu. Sampai akhirnya ia mengunggah video dirinya yang tengah lip sync itu ke media sosial. Tom tidak menyadari bahwa ulahnya itu membuat lagu itu menjadi sangat terkenal. Tom yang hanya ingin membantu Teung mewujudkan cita-citanya kemudian mengirimkan demo ke perusahaan rekaman Double Team yang ternyata hampir bangkrut. Bos perusahaan itu sangat tertarik untuk mengorbitkan penyanyi lagu itu dan menghubungi Teung. Namun ketika tahu bahwa penyanyi aslinya adalah Teung, si Bos pun panik dan akhirnya menawarkan untuk mempromosikan lagu itu dengan trik lip sync. Hal itu bukan hal baru bagi keduanya, karena sejak kecil mereka sering melakukannya untuk menutupi kekurangan masing-masing.

Akhirnya Tom diorbitkan sebagai penyanyi bernama Tong Lee Hei dengan Teung sebagai penyanyi aslinya yang tidak akan diketahui wajahnya karena hanya bernyanyi di belakang panggung. Awalnya semuanya baik-baik saja, namun seiring waktu Teung merasa bahwa dirinya tidak berarti apa-apa. Apalagi saat Tom mengalami musibah membawa berkah, suaranya menjadi normal karena terkena flu. Teung akhirnya pergi meninggalkan Tom. Tom yang merasa sedih ditinggal Teung tetap harus melanjutkan karirnya. Namun masalah belum berakhir karena saat konser perpisahan Tong Lee Hei, suara Tom telah kembali cempreng. Namun ternyata Teung datang tepat waktu dan menyelamatkan pertunjukkan terakhir mereka berdua.

2. Suckseed (2011)

https://en.wikipedia.org/

Film ini mengisahkan tentang sekelompok remaja, Koong, Ped, Ern dan Ex yang bermimpi untuk menjadi pemain band yang sukses. Cerita berawal dari kisah Ped yang sejak kecil telah menyukai gadis teman sekelasnya, yaitu Ern yang selalu membantunya saat ia dihadapkan oleh masalah harus menyanyi di depan kelas. Namun kemudian kedua teman ini harus terpisah ketika Ern harus pindah ke Bangkok mengikuti kedua orangtuanya.

Saat remaja, Ern dan Ped kembali bertemu di sekolah yang sama. Namun ternyata, Koong sahabat Ped juga menyukai Ern yang telah tumbuh menjadi gadis cantik. Untuk menarik perhatian Ern, Koong melakukan segala macam cara namun gagal. Hingga akhirnya ia berinisiatif untuk membentuk band yang memang menjadi cita-citanya sejak kecil. Koong pun mengajak serta Ped sebagai bassist serta Ex sebagai drummer. Namun karena jenis musik yang dibawakan grup mereka bukanlah jenis musik yang populer, dan kemampuan musik yang pas-pasan membuat mereka hanya menjadi bahan tertawaan teman-temannya.

Sampai suatu ketika Ern yang ternyata jago bermain gitar bersedia untuk membantu grup mereka dan bergabung menjadi gitaris. Namun ternyata, keinginan tidak sesuai kenyataan. Ern akhirnya memilih untuk bergabung dengan grup musik kembaran Koong yang memang sudah sangat berpengalaman. Namun, hal itu tidak membuat ketiganya patah semangat karena mereka bertekad untuk mengalahkan grup musik kembaran Koong saat mereka berhasil masuk dalam festival musik sekolah dengan membentuk grup bernama Suckseed.

3. The Billionaire (2011)

https://en.wikipedia.org/

Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata seorang pengusaha snack rumput laut yang sukses di Thailand. Bercerita tentang remaja bernama Top yang telah sukses mengumpulkan uang dari hasil bermain game online. Dari bisnis itu, Top berhasil memiliki uang yang cukup banyak bahkan mampu membeli mobil untuk dirinya. Namun, keasyikannya bermain game online dan berbisnis membuatnya lalai dari pendidikannya yang membuat kedua orangtuanya marah kepadanya. Top gagal masuk ke universitas negeri ditambah dengan kondisi usaha orang tuanya yang bangkrut memaksa Top harus memikirkan cara untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi. Top tidak bisa lagi berbisnis penjualan senjata dari game online karena akunnya telah dihapus admin game tersebut karena penyalahgunaan komersial. Hal itu membuat Top harus memikirkan bisnis lain.

Top akhirnya mencoba bisnis baru yaitu penjualan DVD player. Usaha ini gagal total karena Top yang telah memborong 50 unit DVD player harus menerima bahwa ia telah ditipu dengan si penjual yang menjual produk bajakan dan semuanya rusak. Top tidak putus asa dan dia mencoba bisnis lain, berjualan kacang di mall. Awalnya bisnis ini lumayan lancar, namun lama-lama usaha ini juga gagal. Sampai suatu ketika ia bertemu kekasihnya yang memberinya snack rumput laut. Dari situ, Top berpikir untuk mencoba membuka usaha snack rumput laut. Untuk mewujudkannya, Top benar-benar serius dengan mencoba tanpa lelah agar mendapatkan rasa snack rumput laut yang enak. Top pun dengan serius menggandeng perusahaan retail untuk bekerja sama untuk produknya. Dan untuk dapat bekerja sama dengan perusahaan retail itu, usaha Top harus memenuhi standar produksi dan kesehatan yang telah ditetapkan. Semua Top lakukan dengan serius dan akhirnya ia berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi pengusaha sukses.

4. Bad Genius (2017)

https://en.wikipedia.org/

Nah, film yang satu ini benar-benar mengajarkan kita apa artinya usaha keras dan perjuangan dalam mendapatkan sesuatu. Dikisahkan seorang murid jenius bernama Lynn yang harus rela pindah ke sebuah sekolah swasta mahal mengikuti keinginan ayahnya agar ia mendapat kesempatan mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Awalnya Lynn menolah karena biaya sekolahnya yang mahal, namun si ayah berhasil meyakinkannya untuk tetap bersekolah disana dan berkat kejeniusannya ia diberikan beasiswa.

Disinilah ia bertemu dan bersahabat dengan Grace, gadis cantik namun tidak pandai belajar. Saat menghadapi ujian, Grace sama sekali tidak bisa mengerjakan soal. Melihat itu, Lynn yang kejeniusannya di atas rata-rata menolong Grace dengan memberikan jawaban lewat penghabpus yang dimasukkan ke dalam sepatu. Lewat Grace, Lynn berkenalan dengan Pat, pacar Grace yang sama-sama bodoh seperti Grace. Dari situlah muncul ide dari Pat untuk memanfaatkan kejeniusan Lynn. Pat mengajak Lynn bekerja sama dalam soal contek-mencontek saat ujian. Awalnya Lynn menolak, namun karena diiming-imingi bayaran yang cukup besar per orangnya, Lynn pun ahirnya tertarik karena ia merasa harus membantu ayahnya.

Lynn akhirnya mencari cara agar aksi bagi-bagi jawaban tidak ketahuan. Akhirnya ia menemukan cara dengan menggunakan gerakan bermain piano untuk member kode jawaban. Karena sangat sukses, banyak murid yang tertarik bergabung dengan aksi ini dan aksi itu diberi nama “Kelas Piano Lynn”. Suatu ketika aksi contek mencontek ini akhirnya ketahuan karena Lynn ketahuan mengerjakan soal milik temannya yang berbeda. Hal ini dikarenakan salah satu temannya yang jujur dan juga rival Lynn dalam mendapatkan beasiswa, Bank, melaporkan kepada gurunya tentang aksinya itu. Kejadian itu membuat Lynn harus rela kehilangan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Aksi ini juga diketahui ayah Lynn yang membuatnya sangat marah kepada Lynn.

Dari situ, Lynn berniat tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Namun ternyata masalah belum selesai. Pat yang pada saat ujian mendapatkan nilai bagus diminta kedua orangtuanya untuk mengikuti ujian STIC (semacam ujian masuk universitas internasional) bersama Grace. Disinilah masalah Lynn kembali muncul. Grace dan Pat membujuk Lynn untuk membantunya. Lynn yang awalnya ragu, akhirnya mau membantu karena nilai bayaran yang fantasitis. Namun Lynn tidak bisa bekerja sendirian karena banyaknya soal yang harus dikerjakan dan diingat. Akhirnya mereka memaksa Bank yang seharusnya mengikuti ujian beasiswa ke Singapura untuk turut dalam aksi ini. Bank yang gagal ikut dalam ujian beasiswa karena dikeroyok orang suruhan Pat akhirnya mengikuti ujian STIC bersama Lynn di Australia yang punya waktu lebih cepat dari Thailand. Sementara Grace dan Pat menunggu kunci jawaban yang akan dikirim di Thailand.

Namun, pada akhirnya Bank ketahuan mengirimkan kunci jawaban dan Bank didiskualifikasi. Lynn yang tinggal sendirian pun berusaha tetap mengerjakan dan mengingat semua jawaban untuk dikirim kepada temannya serta ia rela menyiksa dirinya agar bisa keluar dari ruang ujian tepat waktu. Saat kembali ke Thailand, Lynn yang merasa bersalah kepada Bank tidak mau mengambil uang bagiannya. Sampai suatu saat Bank malah menawarinya pekerjaan yang sama karena Bank sudah tidak lagi bisa bersekolah. Namun Lynn menolak dengan tegas penawaran Bank dan lebih memilih melaporkan aksinya bersama teman-temannya kepada pihak STIC.

Itu dia Sobat Wee, 4 filmThailand yang dapat mengajarkan kita bahwa hidup itu adalah perjuangan. Untuk mendapatkan sesuatu itu tidak gampang, butuh usaha dan kerja keras. Gak ada hasil instan karena apapun itu dapat kita capai asal kita berusaha dan mau bekerja keras mendapatkannya. Dengan begitu, kita juga bisa menikmati hasil usaha kita tanpa terbebani apapun karena semua yang kita dapat memang hasil perjuangan kita. Enjoy the movies, Sob!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.