Udah kerja berapa tahun tapi kok sulit menemukan sahabat di dunia kerja, kenapa ya?. Mungkin di saat masih SD sampai kuliah sudah berapa banyak hubungan persahabatan yang sudah kita jalin ya Sob. Walaupun terkadang terpisah oleh jarak dan menjadi renggang, tapi kita pernah mempunyai sahabat seperti mereka. Ada juga tuh yang sahabatan dari SD sampai usia berapapun masih aja berhubungan baik. Yah, karena kita sudah menemukan orang dengan frekuensi yang sama dan bisa saling menerima dan memahami begitulah cerita persahabatan itu bermulai.  Tapi kenapa hal ini ga semudah kita temukan di saat kerja ya Sob?. Wefiee bakalan bahas ni kenapa sulit menemukan sahabat di dunia kerja, bisa jadi dikarenakan beberapa hal berikut ini :

Kita mulai di zona yang berbeda

https://unsplash.com/
https://unsplash.com/

Dunia kerja itu diisi oleh semua jenjang umur, semua jenjang pendidikan, semua jenjang karir dengan semua variasinya. Ada yang mungkin sudah berpuluh-puluh tahun bekerja, ada juga yang baru fresh graduate dan melek dunia kerja. Dengan zona yang berbeda ini, frekuensi untuk menyatukannya itupun lebih sulit dibanding saat kita masih sekolah. Saat masih sekolah dan kuliah, kita mempunyai pola yang teratur dan sama. Berbeda dengan kerja, ketika pemula dan senior dipersatukan kerap kali terjadi perbedaan dalam pemikiran dan lainnya. Sesama newbie-pun terkadang tidak bisa disamakan zonanya dikarenakan tidak semua memulai karir dari nol. Perbedaan zona inilah yang terkadang menyebabkan kita sulit menemukan sahabat di dunia kerja.

Dunia kerja itu dunia pragmatis

https://unsplash.com/

Kembali lagi dari tujuan kita bekerja itu apasih?. Mungkin sebagian besar dari kita saat diwawancarai “apa tujuan kamu bergabung dengan perusahaan ini?”, bisa jadi ada berbagai jenis tujuan. Dari idealis “ingin memajukan perusahaan” sampai jawaban pragamatis dan realistis “saya butuh uang”. Semua jawaban itu tidak ada yang benar maupun salah, karena begitulah dunia kerja. Tempat kita beraktualisasi diri dan maunya pasti juga dihargai sesuai dengan apa yang kita lakukan. Sehingga Lebih ingin praktis ketimbang menilai sesuatu berdasarkan makna. Hubungan-hubungan yang terjalinpun lebih kepada profesional layaknya rekan kerja. Disinilah kita lebih mengutamakan hubungan profesional dibandingkan emosional. Sehingga tidak ada hal-hal yang pribadi bisa kita bahas dengan rekan kerja.

Kepentingan di atas segalanya

https://unsplash.com/

Kadang dunia profesional ga seidealis yang kita bayangkan. Ada aja konflik kepentingan disana. Terutama yang kerjanya didunia politik nih, siap-siap aja hidup penuh dengan asas kepentingan dan keberpihakan. Kita merasa aman nih dengan ga berpihak pada siapapun, hei dunia ga selugu itu dengan mengatakan kamu ga berpihak.  Ingin bekerja seprofesional mungkin, tapi ada aja tuh konflik kepentingan yang melibatkan semua orang. Disitulah akhirnya kita sulit untuk percaya dengan seseorang. Dan mengambil sikap “aman” dan “soft” dalam dunia kerja. Dan menjauh dari zona yang penuh dengan kepentingan bahkan sikut-sikutan. Lebih baik hidup dengan damai, kerjakan apa yang bisa dikerjakan dan pulang dengan membawa “gaji”.

Sudah punya cerita masing-masing

https://unsplash.com/
https://unsplash.com/

Seseorang itu pasti mempunyai tiga fase dalam hidupnya yaitu masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Masa lalu itu termasuk orang-orang yang sudah ada di hidup mereka. Sebelum memasuki dunia kerja, sudah banyak fase yang kita jalani sehingga cerita yang kita miliki juga begitu bervariasi. Ada yang sudah nyaman dengan apa yang dia raih ketika sebelum bekerja, termasuk dalam hubungan persahabatan. Sahabat-sahabat diluar lingkungan kerja sudah cukup bisa memberikan kita ruang untuk bercerita dan berbagi. Sehingga kebutuhan untuk mencari sahabat yang baru-pun tidak begitu “mendesak”. Ada pula yang “malas” memulai hubungan persahabatan yang baru dikarenakan satu dan lain hal. Sehingga teman kerja itu cukuplah sebagai partner untuk bekerja secara profesional dan tidak lebih dari itu.

Sibuk dengan urusan keluarga

https://unsplash.com/

Satu hal yang cukup membedakan dari dunia kerja dan sekolah yaitu urusan keluarga. Keluarga dalam hal ini bukan hanya orang tua, tapi keluarga yang dibina sendiri. Keluarga itu merupakan yang utama walaupun kita sudah bekerja. Apalagi keluarga yang baru dibangun dan butuh banyak perhatian. Sehingga porsi untuk dunia kerja itupun hanya cukup di jam kerja saja, dan waktu untuk berkumpul dengan rekan kerja selain jam kerja itupun berkurang. Disini kita harus saling menghargai privasi dari rekan kerja kita dan sikap mereka. Dan semua orang juga akan mengalami fase seperti ini, termasuk diri kita sendiri. Jangan sampai malahan kita lebih asik menghabiskan waktu dengan rekan kerja dibandingkan keluarga lo Sob. Hal seperti ini yang seharusnya bisa kita atur untuk se-adil mungkin.

Eits, kamu belum ketemu aja

sulit menemukan sahabat di dunia kerja
https://unsplash.com/

Berapa orang sih yang ada di Kantor kamu Sob?, apa sudah kamu kenali semua dengan baik?. Cari 1.000 alasan berprasangka baik sebelum berprasangka buruk. Kita belum saling mengenal aja makanya belum ketemu orang yang bisa dijadikan sahabat. Kalaupun ga ada, toh hidup bukan hanya di dunia kerja kan Sob?. 🙂 Sehingga masih banyak tempat yang bisa kamu datangi untuk mendapatkan sahabat.

Dari beberapa poin di atas, memang sudah jelas berbeda apa yang bisa kita jalani saat masih sekolah dan saat bekerja. Dunia sekolah yang penuh dengan kepolosan dan kenaifan, dan dunia perkuliahan yang penuh dengan semangat idealisme. Frekuensi yang kita miliki sama dan zona yang kita jalani pun sama. Tidak ada kepentingan lain dibandingkan kesenangan, bersaing nilaipun hanya tertera di rapor dan IPK yang ga bikin kenyang. Sehingga lebih mudah kita menemukan sahabat saat masih di dunia sekolah maupun saat kuliah. Dan sulit menemukan sahabat di dunia kerja, dikarenakan alasan-alasan yang pragmatis hingga privasi. Tapi Sob, ingat poin terakhir bisa jadi kita belum nemuin aja sih :). Tetap berprasangka baik aja, nantinya juga kamu bakalan nemu, kalau ga di dunia kerja ya pasti di dunia yang lainnya kan Sob :).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.